Aliran Silat dan Langkah Silat di Minangkabau

Silek (pencak silat) adalah satu bentuk seni bela diri Minangkabau. Nama lain dari silek, biasa juga disebut dengan bagaluik. Dalam basilek (bersilat) atau bagaluik di Minangkabau ada 4 gerakan pokok yang harus diperhatikan oleh seorang pendekar.

Kalau keempat gerakan silek ini tidak diperhatikan secara cermat oleh seorang pendekar akan menimbulkan konsekwensi (akibat) yang sangat vital, misalnya bisa berakibat keseleo (terkilir), patah tulang bahkan yang lebih vatal lagi bisa mati. Keempat gerakan pokok tersebut dalam termilogi silek (bagaluik) di Minangkabau disebut juga langkah ampek. Langkah ampek tersebut terdiri dari :

  1. Tagak
  2. Malangkah (maju/mundur atau kekiri/kekanan)
  3. Gajah Ba dorong (Mendorong)
  4. Baputa (berputar)

Aliran Silek (Silat) di Minangkabau

Berbicara tentang aliran silek di Minangkabau dapat kita klasifikasikan atas 2 periode, yaitu periode sebelum agama islam masuk ke Minangkabau dan periode sesudah agama Islam masuk ke Minangkabau. Pada periode sebelum agama Islam masuk ke Minangkabau dikenal ada 4 aliran silek yaitu :

1. Aliran Silek Limbago

Aliran silek ini adalah jenis silek yang hanya dipelajari oleh orang-orang yang bijaksana dan beribawa, seperti ninik mamak dan para pemangku adat. Ciri-ciri khas dari silek limbago ini yaitu, seperti disebutkan dalam ungkapan adat : “ mancakam indak badarah, malompek indak babunyi, manusuak indak tabuak, mahariak indak kadangaran”.

2. Aliran Silek Biaro

Aliran silek ini adalah sejenis silek yang dimiliki oleh para pandito (pendeta) dalam menunaikan tugasnya melindungi taratak, dusun, koto dan nagari. Kita mengenal waktu itu bahwa agama yang dianut oleh orang Minangkabau adalah Agama Budha, jadi aliran silek ini banyak dimiliki oleh pendeta (pandito) agama Budha.

3. Aliran Silek Dubalang

Aliran silek ini banyak dikembangkan oleh dubalang dalam menengakkan hukum dan undang-undang adat. Ciri-ciri khas dari silek ini adalah keras, sesuai dengan tujuannya yaitu untuk menegakkan hukum dan undang-undang adat sebagai perisai dan penjaga nagari.

Sifat silek ini sangat bertolak belakang sekali dengan limbago seperti disebutkan dalam ungkapan adat. “Mancakam sampai badarah, manusuak sampai tambuak, manyapu sampai rabah”. Tetapi tetap menenggang alam beserta isinya.

4. Aliran Silek Parewa

Aliran silek ini banyak dipelajari dan dikembangkan oleh orang-orang yang hidup didunia hitam dan tidak terpuji, seperti para panyamun, perampok, penjudi dan sebagainya. Sifat silek ini sangat ganas dan buas serta bergelimang darah dan ilmu hitam.

Kemudian periode sesudah Agama Islam masuk ke Minangkabau kita kenal pula ada 4 (empat) aliran silat yang besar dan terkenal di Minangkabau. Aliran Silek Tuo Pariangan, Aliran Silek Sungai Patai, Aliran Silek Kumango, Aliran Silek Lintau.

Suka Artikel Ini? Tetap dapatkan Informasi dengan Berlanggana via email

Comments

You must be logged in to post a comment.

Artikel Terkait
About Author

Dulunya ditulis di anakminang.com