Uniknya Tradisi Ratik Tagak dari Sikaladi

Berbagai cara dilakukan dalam menyambut dan memeriahkan hari Raya Idul Fitri. Dari Jorong Sikaladi, Nagari Pariangan di Tanah Datar ini ada sebuah tradisi turun temurun yang telah dilakukan sejak dahulu kala. Pelaksanaan tradisi yang disebut dengan Ratik Tagak ini biasanya pada 6 hari setelah Lebaran (Rayo Anam).

taralak%2B2.jpg

Bukan juga harus bertepatan dengan 6 hari setelah lebaran. Intinya dilaksanakan dalam suasana rayo anam di Kamis Malam pertama. Setelah melaksanakan puasa sunat Syawal (puaso anam) masyarakat di nagari tersebut berziarah dan berdoa bersama keluarga. Para kaum perempuan akan membawa makanan dengan dulang (sejenis piring besar). Ziarah ke makam ini dikenal dengan Katompat.

Tradisi ini telah berlangsung secara turun temurun. Puncak acara ini ada di petang Kamis, Malam Jumat di pandam pekuburan Sipuan Raya Suku Pisang. Tahlil, doa dan Dzikir akan terdengar dalam kegiatan tersebut.

Dipilihnya petang kamis malam jumat, bukan sekedar tanpa alasan. Menurut keyakinan masyarakat, pada waktu tersebut arwah dari keluarga yang telah meninggal akan pulang. Di sanalah waktu yang tepat untuk berdoa untuk mereka.

Dulang atau talam yang dibawa, sebagaimana dijelaskan di atas diisi dengan makanan seperti nasi bungkus. Makanan tersebut bukan diberikan sebagai sesajen melainkan dibagikan pada masyarakat yang hadir. Apalagi moment tersebut banyak perantau yang pulang kampung, pastinya ini salah satu cara terbaik dalam merekat tali silaturahmi.
taralak1.jpg
 
Bagi masyarakat Sikaladi, Hari Rayo Anam sangat meriah jika dibandingkan dengan hari raya Idul Fitri. Karena pada hari rayo anam itu, seluruh anak kemenakan Jorong Sikaladi, baik yang tinggal di kampung halaman maupun di perantauan akan pulang kampung dan berkumpul semuanya.
Proses tahlil dan Dzikir jika kebanyakan dilakukan secara duduk, maka di sini letak keunikan dari Ratik Tagak. Dzikir dan Tahlil dilakukan secara berdiri. Maka oleh sebab itu dsebut dengan ratik Tagak (ratik = baca tahlil dan dzikir ; tagak = berdiri).

Jika hari cerah bisa dipastikan setidaknya minimal 200 talam akan di bawa kaum perempuan. Selain dibagi-bagikan pada masyarakat yang hadir, juga bekal tersebut akan dimakan secara bersama di perkuburan saat setelah ziarah.

Rentetan acara tersebut juga dimeriahkan dengan beberapa acara pemuda seperti panjat Pinang. Nah, pabila ada waktu dan anda binggung pergi beraya kemana pada hari lebaran, bisa pulalah jalan jalan lihat prosesi ratik tagak ini.

Suka Artikel Ini? Tetap dapatkan Informasi dengan Berlanggana via email

Comments

You must be logged in to post a comment.

Artikel Terkait
About Author

Dulunya ditulis di anakminang.com