Teori Jodoh

Salah satu hal yang menarik dari sisi kehidupan manusia adalah tentang jodoh. Tak heran jika di berbagai media banyak menyuguhkan  berbagai liku-liku cinta. Ya, cinta diyakini sebagai awal dari jodoh. Puisi, lagu, film, sinetrom, dan novel tentang cinta seakan tidak akan pernah ada habisnya untuk dibahas ataupun dibuat karena misteriusnya sebuah jodoh.

Berbicara masalah jodoh bisa dilihat dari 2 teori, yaitu jodoh by design dan jodoh by accident (Supomo: 2016). Tentunya kita melihatnya dari sudut pandang positif. Jodoh  by design  adalah jodoh yang direncanakan dari awal, diikhtiari dengan penuh kesungguhan, disertai pengorbanan yang luar biasa.

Dikisahkan sahabat Umar bin Abdul Aziz saat beliau masih lajang mempunyai keinginan untuk menikahi gais cantik putri seorang khalifah yang terkenal. Gadis itu bernama Fathimah binti Abdul Malik Bin Marwan. Demi meraih cita-citanya, Umar berusaha keras memantaskan dirinya  agar layak menjadi pendamping hidup Fathimah binti Abdul Malik Bin Marwan. Dan akgirnya beliau berhasil mempersunting wanita pujaannya.

Sementara jodoh by accident dimaknai sebagai bagaiman menemukan jodoh tanpa unsur perencanaan  sehingga semua mengalir apa adanya. Semuanya seolah mengesampingkan ikhtiar secara langsung. Pada teori ini peran orang tua, sahabat, dan lingkungan sangat berpengaruh.

Inilah yang kerap dinamakan dengan “perjodohan”. Sebagian anak dan orang tua berangapan bahwa teori ini sudah tidak relevan di zaman modern. Orang tua cenderung lepas tangan dan memberi kebebasan kepada anaknya tanpa pendampingan yang benar. “Asalkan sudah sama-sama suka, silahkan” begitu kira-kira ungkapan yang bisa menggambarkan. Pada akhirnya penampilan dan harta kadang menjadi dasar pemilihan jodoh.

Namun perlu kita ingat kembali bahwa di antara 5 kewajiban orang tua dalah menikahkan anaknya. Tentunya dengan memilihkan atau mendampingi dalam menetukan jodoh yang terbaik.

Bukankah Rasulullah sudah mengatakan ada 4 hal yang menjadi pertimbangan dalam memilih jodoh? Agamanya, nasabnya hartanya, dan kecantikannya. Menggabungkan 2 teori, jodoh by design dan jodoh by accident dari sudut pandang positif kiranya tepat dalam mendidik anak di masa modern sekarang ini. Dari kecil orang tua ( atau bahkan anaknya sendiri) men-design agar layak. Hal ini bisa dari sisi kesehatan, materi, dan agama. Selanjutnya jika sudah tiba saatnya accident, dipertemukan dengan orang se-kufu. Sehingga diharapkan perjodohan itu membawa keselamatan dunia dan akhirat. Wallahu alam bishawwab.

Suka Artikel Ini? Tetap dapatkan Informasi dengan Berlanggana via email

Comments

You must be logged in to post a comment.

Artikel Terkait
About Author