Tanpa Sadar Kamu Tak Bisa Lepas Dari Benda Kecil Ini

Saat ini hampir di diseluruh dunia, manusia menikmati mudahnya berkomunikasi satu sama lain melalui internet. Internet ini tidak hanya menopang komunikasi manusia. Di dalam kehidupan sehari-hari banyak hal penting seperti pendidikan, ekonomi hingga pemerintahan dan pertahanan sebuah negara sangat bergantung pada apa itu internet. Tetapi Tahukah kamu kalau internet yang kita gunakan sehari-hari untuk bermain game online, mengirim pesan, hingga sampai pada menonton video, itu ternyata dikirim menggunakan serat ajaib yang terbuat dari kaca yang ternyata ukurannya lebih kecil daripada helai rambut manusia yang biasa disebut Serat Optik. 

 

Apakah kamu tahu Kenapa saat ini kita sangat bergantung pada serat optik ini? Bagaimana cara kerjanya? Lalu bagaimana kabel serat optik ini bisa putus? 

 

ketika kondisi internet kita baik-baik saja kita sering lupa jika jaringan internet kita sangat bertumpu pada serat optik yang ukurannya lebih kecil dari helai rambut kita. Dan pasti sekalinya kabel serat optik diputus tidak ada hal lain yang bisa kita lakukan selain mengeluh karena akses internet kita terganggu. Pada hari ini di seluruh dunia setidaknya terdapat lebih dari satu koma tiga juta kilometer kabel fiber optik yang membentuk jaringan internet antar benua. Lau kemudian kabel-kabel ini dipasang oleh kapal khusus yang disebut Kepler atau ada lagi Dnex Pacific Link yang berlayar sambil membawa dan meletakkan ribuan kilometer kabel fiber optik di dasar laut untuk menghubungkan internet di berbagai kota di seluruh dunia. 

 

Tetapi memang kenapa sih kita mengandalkan serat optik sebagai media untuk mengirimkan data. Bukankah kabel yang terbuat dari kaca yang amat sangat tipis ini sangatlah rentan? Kemungkinan besar jawaban sebenarnya terletak pada cara kerja kabel fiber optik yang membuatnya bisa mengirimkan data yang jauh lebih banyak dan lebih cepat dibandingkan kabel berbahan logam. Kerja jaringan internet fiber optik tersebut menggunakan pancaran laser sebagai media pengiriman datanya. Lalu pancaran laser ini kemudian akan diarahkan ke tiap-tiap serat optik yang akan membawa gelombang cahaya laser nya dari satu ujung kabel ke ujung lainnya. Dan memang karena sifat cahaya yang bisa bergerak dengan amat sangat cepat maka data yang dikirimkan melalui kabel fiber optic juga akan bisa sampai ke tujuan dengan lebih cepat.

 

Sebenarnya kita bisa saja mengirimkan data komunikasi kita melalui satelit buatan. Akan tetapi masalahnya rata-rata satelit telekomunikasi buatan pada hari ini masih memiliki kapasitas yang sangat terbatas dan harga unit satelitnya pun itu amat sangat mahal. Selain itu belum ditambah biaya peluncuran roket untuk membawa satelit internet tersebut ternyata jauh lebih mahal dibandingkan dengan biaya penyewaan kapal Kepler atau Dnex Pacific Link. Dan kabel-kabel internet bawah laut ini ternyata juga daya tahannya tidak main-main lho. Hal ini disebabkan karena kabel fiber optic ini dilapisi dengan berbagai bahan yang sangat kuat yang dirancang untuk bisa melindungi kabelnya dari kondisi cuaca eksteim di permukaan laut hingga tekanan air yang sangat besar pada kedalaman ribuan meter di bawah laut. 

 

Tapi sayangnya kabel fiber optic juga memiliki tantangannya sendiri lho. Kabel fiber optic ini bisa putus karena tersangkut jangkar kapal yang sedang berlabuh. Selain itu beberapa jenis kabel fiber optik yang menggunakan modul penguat sinyal khusus bisa memancing beberapa hewan laut yang memiliki organ pendeteksi listrik seperti ikan hiu untuk menggigit kabel tersebut. Selain itu pula gempa dan tsunami juga mampu menimbulkan kerusakan pada jaringan kabel. 

 

Kabel fiber optik di Indonesia sendiri sekarang telah ada puluhan rute kabel fiber optik bawah laut yang menghubungkan berbagai daerah yang masing-masing rutenya dibangun dan dimiliki oleh perusahaan telekomunikasi yang berbeda. Dan kalau pun jika ada kerusakan pada salah satu jaringan, untuk operator telekomunikasi yang terkait bisa mengalihkan sinyal internetnya melalui rute fiber optic yang lain. Meskipun begitu pemindahan rute ini tidak bisa dilakukan dalam sekejap dan perbaikan kabel fiber optic bawah lautnya pun juga tidak bisa dilakukan dengan cepat dan rumit. Tentunya otomatis hal ini bisa menimbulkan kerugian bagi jutaan orang yang aktivitasnya sangat bergantung pada ketersediaan jaringan internet. 

 

Inilah kenapa terlepas dari seberapa pun canggihnya kehidupan kita sekarang, kita harus selalu mengingat jika kecanggihan teknologi kita bahkan masih bertumpu pada hal-hal yang sangat amat kecil seperti serat optik yang ukurannya tidak lebih besar daripada sehelai rambut kita. Dan kita juga harus ingat pada hari ini masih banyak saudara-saudara kita di berbagai daerah di Indonesia yang masih belum terjangkau oleh jaringan internet walau di Indonesia telah dilintasi oleh berbagai rute fiber optik bawah laut.

 

Lalu kira-kira bagaimana ya solusi untuk meratakan akses internet diseluruh Indonesia? 

Suka Artikel Ini? Tetap dapatkan Informasi dengan Berlanggana via email

Comments

You must be logged in to post a comment.

About Author