Wisata Pacu Itik (Duck-Race) di Payakumbuh

Itiak Lado Hijau dikenal sebagai sebuah kuliner yang menggugah rasa selera di Minangkabau, selain rendang nan telah membahana dunia. Tidak sembarang orang bisa mengolah itik (bebek) ini, sebab jika tidak terampil alamat amis yang akan di dapat.
 
Namun di penjuru sudut Minangkabau, Luhak 50 kota di Payakumbuah secara tatanan administrasi negara kesatuan Indonesia. Selain untuk diambil telor-nya menjadi telor asin dan di masak menjadi itik gulai; adalah itik dijadikan sebagai bahan hiburan rakyat.
 
Ya itu yang dikenal dengan Pacu Itik. Di Madura sapi yang dibalapkan dengan nama Karapan Sapi, dan lebih dekat Pacu Jawi ada di Tanah Datar. Nah, di sini itu dia tadi, Itik yang dijadikan sebagai pacuan.
 
Pacu Itik (Duck-Race) di Payakumbuh
 
Yang mengikuti balapan ini tentu bukan itik sembarang. Itik itik nan sudah terlatih oleh para ahlinya.

Selain diolah menjadi berbagai macam sajian kuliner yang nikmat, terutama di minang yang terkenal dengan gulai itiak atau itiak lado mudo nya, saya menemukan hal yang unik berkaitan dengan unggas ini yaitu digunakan sebagai ajang pacuan atau balapan. Bisa diperhatikan beberapa potret pacuan itik di bawah ini (kredit gambar ada pada foto).


Even ini dilaksanakan di 11 gelanggang di Kota Payakumbuh secara bergiliran. Pelaksanaanya tepat pada bulan September biasanya yang diselenggarakan oleh Persatuan Olahraga Terbang Itik. Adapun gelanggang yang dimaksud antara lain  di daerah
  1. Aua Kuning, 
  2. Tigo Balai, 
  3. Tunggul Kubang, 
  4. Padang Cubadak, 
  5. Body Aia Tabik, dan 
  6. Padang Alai.

Kriteria Itik Yang Bagus

Untuk itik yang akan diperlombakan tentu itik dengan latihan yang bagus. Selain itu juga diperhatikan beberapa kriteria sebagai berikut,
  • Bentuk fisik sayap seperti elang diaman arahnya ke atas. Morfologi ini menandakan bahwasanya itik bisa terbang lurus dan tinggi. Pabila sayap mengarah ke bawah alamat mana terbangnya akan rendah. Jika satu sayap arah atas dan arah ke bawah, pastinya itik terbangnya tak akan lurus.
  • Jumlah Gigi itik ganjil yakni 7 atau 9.
  • Warna paruh dan kaki harus sama
  • Memiliki sisik kecil di jari tengah itik.
Nah benar bukan, tak sembarang itik yang bisa mengikuti perlombaan ini. Selain kemampuan, ciri khas seperti di atas dianggap sebagai itik unggulan yang akan digunakan untuk perlombaan.
 
Ya seperti itulah itik, menang jadi sanjungan kalah jadi gulai itik.
(ditulis Arde Chaniago untuk anakminang.com)

Suka Artikel Ini? Tetap dapatkan Informasi dengan Berlanggana via email

Comments

You must be logged in to post a comment.

Artikel Terkait
About Author

Dulunya ditulis di anakminang.com