Generasi Z dan Cinta

Generasi Z dan Cinta

Kami tumbuh dalam pulsa dan pixel,  

cinta bukan lagi sekadar surat kertas,  

melainkan deretan pesan singkat  

yang muncul di layar tengah malam.

 

Cinta kami bukan puisi bermajas rumit,  

namun kalimat sederhana sarat makna,  

“Sudah makan?”,  

atau, “Jaga kesehatan, ya.”

 

Dalam gelombang emoji dan GIF,  

kami titipkan sayang tanpa ragu,  

kadang tawa kami di balik video call,  

dan duka kami di status yang tak terbaca.

 

Kami belajar bahwa cinta tidak harus dipamerkan,  

cukup dengan hati yang tulus  

dan bahasa sehari-hari,  

yang mengerti isyarat tanpa suara.

 

Inilah cinta kami:  

bebas, jujur, kadang tanpa jeda,  

berlomba dengan waktu yang serba cepat,  

namun tetap tumbuh,  

di antara sinyal yang kadang hilang arah.

 

---

 

Jantung Kata

Di tengah layar kaca yang menari,  

kupilih kata untuk mewakili hati.  

Tak selamanya cinta harus lantang,  

cukup emoji, kadang stiker, jadi ruang pulang.

 

Di story yang singkat,  

ku titip rindu dan candaku.  

Semua terasa nyata, walau sering hanya maya,  

sebenarnya cinta tetap sama,  

meski caranya berbeda.

 

Kita tidak perlu seribu kata,  

kadang hanya typing… dan diam yang bermakna.  

Dalam scroll dan swipe yang tiada henti,  

kadang namamu adalah notifikasi paling berarti.

 

Cinta di jamanku:  

ringkas, padat, tanpa dusta,  

karena dalam satu chat,  

ada jantung generasi yang bicara.

 

---

 

 

Suka Artikel Ini? Tetap dapatkan Informasi dengan Berlanggana via email

Comments

You must be logged in to post a comment.

About Author

Pelukis Waktu: Kisah Penjaga Warisan