Nayla Anggun Rafita
Des 9, 2025, 7:19 pagi
Rabies merupakan penyakit zoonosis mematikan dengan tingkat kelangsungan hidup yang sangat rendah setelah gejala muncul. Untuk mengatasi keterbatasan vaksin konvensional yang mahal, dan harus disuntikkan, konsep edible vaccine mulai dikembangkan dengan memanfaatkan tanaman konsumsi seperti tomat yang mudah dibudidayakan dan direkayasa. Melalui pendekatan bioinformatika (in silico), glikoprotein G virus rabies dianalisis untuk memprediksi epitope paling imunogenik yang kemudian dioptimasi agar dapat diekspresikan dalam buah tomat. Jika antigen ini berhasil diproduksi stabil dalam tomat dan mampu memicu respons imun, vaksin yang tumbuh di kebun dapat menjadi inovasi murah, efektif, dan mudah diakses bagi daerah endemik rabies, meskipun pengembangannya masih menghadapi tantangan seperti degradasi protein dan variasi ekspresi pada tanaman.
Read More