Sehabis Perang Berdarah 11 Hari, Hamas Ajak Israel Ubah Tawanan

Sehabis Perang Berdarah 11 Hari, Hamas Ajak Israel Ubah Tawanan

GAZA- Salah satu pemimpin Hamas di Jalan Gaza, Palestina, mengajak Israel buat silih ubah tawanan sehabis kedua pihak ikut serta kedudukan berdarah 11 hari bulan kemudian. Hamas mempesona 2 masyarakat sipil serta 2 jasad tentara Zionis Israel.

Yehya Sinwar, salah satu pemimpin Hamas, sudah berdialog dengan kepala intelijen Mesir Abbas Kamel di Gaza. Bos intelijen Mesir itu mendatangi Gaza satu hari sehabis ia melaksanakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam ekspedisi yang bertujuan menopang gencatan senjata informal yang ditengahi oleh Kairo.

Sinwar berkata terdapat kesempatan nyata buat membuat kemajuan dalam perundingan tidak langsung yang bisa mengaitkan pembebasan tahanan Palestina yang ditahan oleh Israel, serta kembalinya 2 masyarakat Israel serta sisa- sisa jasad 2 tentara Israel yang ditahan oleh Hamas semenjak perang tadinya pada tahun 2014.

Mesir kerap berperan selaku mediator antara Israel serta Hamas serta ialah pemain kunci dalam perundingan gencatan senjata yang mengakhiri pertempuran 11 hari kemudian.Kamel, yang belum membagikan statment publik, merupakan pejabat Arab berpangkat paling tinggi yang mendatangi Gaza semenjak 2018.

Perang, yang dihentikan oleh gencatan senjata pada 21 Mei, dipicu oleh keluhan serta bentrokan sepanjang berminggu- minggu di Yerusalem atas pemolisian Israel atas web suci serta upaya kelompok pemukim Yahudi Israel buat mengusir keluarga Palestina dari area Sheikh Jarrah.Pertempuran rusak pada 10 Mei kala Hamas meluncurkan rentetan roket ke Yerusalem.

Kelompok tersebut serta sekutunya, Jihad Islam Palestina( PIJ), sudah menembakkan lebih dari 4. 000 roket ke kota- kota Israel sepanjang pertempuran dengan 3. 000 lebih menyeberang ke negeri Yahudi tersebut.

Sebaliknya pesawat- pesawat tempur Israel melanda dekat 1. 000 target di Gaza. Lebih dari 250 orang tewas, sebagian besar dari mereka merupakan masyarakat Palestina yang tinggal di Gaza yang dipahami Hamas, serta sebagian daerah hadapi kehancuran parah. Di Israel, 13 orang tewas tercantum seseorang tentara militer.

Suka Artikel Ini? Tetap dapatkan Informasi dengan Berlanggana via email

Comments

You must be logged in to post a comment.

About Author

menyenangi berita nasional dan internasional, yang mana berita membuat pengetahuan kita bertambah sekaligus wawasan