Belajar Bahasa Minang 2: Kata Ganti Nama 'Saya'

Melanjutkan bagian pertama yang membahas mengenai kata tanya, sekarang akan diuraikan kata ganti nama dalam bahasa Minangkabau. Jika dalam bahasa Indonesia dikenal Saya/Aku, Anda/Engkau, Dia, Mereka, Kita. Berikut dalam bahasa Minang,

#Saya

Jika di Inggris menggunakan I, di Indonesia Saya/Aku. Maka di Minangkabau ada beberapa perwakilan kata. Kata kata ini bergantung pada lawan bicara. Kenapa bisa demikian? Karena di Minangkabau dikenal 'kato nan ampek' dimana apakah lawan bicara orang yang lebih tua, lebih kecil, sama besar atau orang yang dihormati.
 
Berikut untuk kata 'Saya' dalam Minangkabau,
  1. Aden / Den/ Wakden - Digunakan pada lawan bicara teman sejawat dan teman yang sudah akrab. Kata ini kurang sopan jika digunakan untuk berbicara dengan orang yang lebih tua. Jika t digunakan pada orang yang baru dikenal, maka ini sedikit memberikan kesan sombong.
  2. Ambo - Digunakan bisa dengan teman sama besar. Atau juga bisa digunakan untuk berbicara dalam konteks resmi dan orang yang dihormati. Kemungkinan kata Ambo ini, diserap dari kata 'Hamba'.
  3. Denai - Untuk kata Denai digunakan dalam orang yang dihormati. Ini terkesan lebih halus dibanding Aden. Namun dalam keseharian kata ini agak sering digunakan, lebih banyak digunakan dalam bentuk lagu.
  4. Awak - Kata awak (bisa juga digunakan untuk 'Kita') dipergunakan untuk orang yang baru dikenal atau orang yang dihormati atau disegani. Biasanya, dalam sehari-hari seorang lelaki berbicara dengan seorang wanita sebaya dengan kata ini untuk menyebut dirinya.
Hal yang sangat unik dan masih bertahan selama ini, ketika berbicara dengan orang yang lebih tua - termasuk dengan orang tua yaitu untuk menyebut diri sendiri biasanya digunakan nama sendiri. Ini dipandang lebih sopan. Misalkan Malin, maka dia akan menyebut namanya untuk sebagai pengganti Saya bila berbicara dengan orang tuanya. Karena dengan mengunakan kata-pengganti di atas akan sedikit memberikan kesan kurang sopan, terlebih dengan menggunakan kata ' Den'.
 
" Mak, Malin mau pergi merantau" ini akan lebih halus dibanding " Mak, Den mau pergi merantau. Terlepas dari ini semua, memang tak dipungkiri ada juga yang menggunakan kata Aden, Ambo, Denai dan Awak pada orang tuanya.

Suka Artikel Ini? Tetap dapatkan Informasi dengan Berlanggana via email

Comments

You must be logged in to post a comment.

About Author

Dulunya ditulis di anakminang.com