Orang Tua Mesti Bijak Menggunakan Handphone

Sebuah teknologi pada hakikatnya diciptakan untuk membuat hidup manusia menjadi semakin mudah dan nyaman. Kemajuan teknologi yang semakin pesat saat ini membuat hampir tidak ada bidang kehidupan manusia yang bebas dari penggunaannya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Seiring arus globalisasi dengan tuntutan kebutuhan pertukaran informasi yang cepat, peranan teknologi komunikasi menjadi sangat penting. Salah satu bentuk teknologi yang lazim digunakan masyarakat adalah handpone. Penggunaan handpone menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan saat ini yang memerlukan mobilitas tinggi. Fasilitas-fasilitas yang terdapat didalamnya pun tidak hanya terbatas pada fungsi telepon dan SMS saja. Handpone dapat digunakan sebagai sarana bisnis, penyimpan berbagai macam data, sarana hiburan, bahkan sebagai alat dokumentasi. Apalagi handpone pintar atau android sudah menjadi “kebutuhan pokok” masayarakat saat ini. Kita bisa berselancar di dunia maya dengan sangat cepat dan mudah, di sana ada facebook, instagram, whatsap, dan lan sebagainya. Selain itu orang bisa memilih bermacam hiburan dengan membuka youtube.

Saat ini pengguna handpone tidak hanya pada kalangan orang dewasa, bahkan anak-anak juga sudah akrab dengan teknologi ini. Apalagi aplikasi-aplikasi yang sekarang banyak bermunculan baru yang akan banyak digemari oleh anak. Sehingga anak- anak  sekarang banyak melakukan kesibukan pada kegiatan handpone padahal penggunaan handpone di kalangan anak ataupun remaja meskipun banyak memberikan keuntungan seperti menambah pengetahuan dan memudahkan dalam mencari materi untuk belajar menyimpan berbagai dampak yang berbahaya. Terlebih pada masa pandemi sekarang yang menuntut pola pembelajaran jarak jauh (PJJ) sistem daring. Anak akan lebih mudah menggunakan handpone bahkan kadang tanpa diajari sekalipun. Akibatnya anak akan lebih cepat menyerap informasi dari hp baik itu informasi yang baik atau itu informasi yang kurang baik maupun informasi yang tidak baik bagi diri anak. Padahal semua informasi yang berasal dari handpone tersebut akan dapat sedikit banyak mempengaruhi sikap dan perilaku bagi anak-anak yang memberi dan yang menerimanya. informasi yang tidak baik akan lebih mudah mempengaruhiterhadap anak pada sikap dan perilaku yang tidak baik pula. Infomasi yang berupa audio dapat didengarkan , video dapat dilihat maupun audiovisual, gambar dan sebagainya dapat diketahui dari handpone tersebut.

Sebagian peneliti mencurigai adanya risiko lebih tinggi pada anak-anak dari radiasi yang dihasilkan HP, jika dibandingkan dengan orang tua. Hal ini disebabkan penyerapan radiasi yang lebih tinggi pada anak karena beberapa faktor, seperti jaringan otak dan ukuran tubuh yang berbeda. Demikian juga janin yang dianggap lebih rentan terhadap paparan radiasi terutama pada otak. Penggunaa handpone bagi anak akan menciptakan lingkungan pergaulan sosial yang kurang sehat. Ada keluarga yang tidak mampu, tetapi karena pergaulan dimana teman-temannya sudah dibelikan HP sehingga mereka merengek-rengek kepada orang tuanya padahal orang tuanya tidak mampu belum lagi uamh yang harus dikeluarkan untuk membeli pulsa atau paket data. Dengan mempunyai HP, maka pengeluaran kita akan bertambah, apalagi kalau HP hanya digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat maka hanya akan menjadi pemborosan yang saja. Dengan canggihnya fitur-fitur yang tersedia di handpone sepertikamera, game akan mengganggu konsentrasi anak dalam menerima pelajaran di sekolah. Jika hal tersebut dibiarkan, maka generasi yang kita harapkan akan menjadi budak teknologi. Anak kita akan sulit diawasi, khususnya ketika masa-masa pubertas, disaat sudah muncul rasa ketertarikan dengan teman lawan jenis, maka HP menjadi sarana ampuh bagi mereka untuk komunikasi ke arah komunikasi yang tidak baik. Hal ini akan mengganggu aktifitas yang seharusnya mereka lakukan, seperti beribadah, bermain, membantu orang tua, belajar bahkan tidur.

Mengapa anak-anak sekarang lebih akrab dengan handpone dibandingkan dengan buku bahkan dengan temannya? Anak lebih bersifat meniru apa yang dilihat di lingkungannya, baik itu lingkungan keluarga, masyarakat, atau sekolah. Lingkungan keluarga memegang porsi yang lebih besar karena anak tentunya lebih banyak waktu dengan orang tua di rumah. Hendaknya orang tua pun harus bijak dalam menggunakan HP. Banyak di antara orang tua yang asyik dengan handpone ketika di rumah dibandingkan bercengkerama dengan keluarga. Mulai bangun tidur bahkan sampai berangkat tidur handpone selalu menjadi perhatian utama sehingga tidak salah tentunya jika anak berperilaku demikian. Jika kita sebagai orang tua sudah memahami dampak penggunaan handpone bagi anak-anak, mestinya kita pham ketika menggunakan handpone di depan anak-anak.

Jadi meski di masa pandemi penggunaan HP sudah menjadi “kebutuhan pokok”, namun sebagai orang tua bijaklah mengunakannya. Terutama di depan anak-anak, karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan menjadi contoh bagi mereka.

Suka Artikel Ini? Tetap dapatkan Informasi dengan Berlanggana via email

Comments

You must be logged in to post a comment.

About Author