Anda pernah makan buah semangka, bukan? Buah ini cukup populer bagi masyarakat Indonesia, karena relatif murah dan mudah didapatkan. Tanaman semangka ( Citrulius Vulganis Sehard) adalah tanaman asal Afrika, kemudian berimigrasi ke Asia. Tanaman ini merupakan tanaman penting di daerah tropis dan subtropis. Semangka merupakan tanaman yang dapat memberikan keuntungan cukup besar. Buah semangka tergolong banyak mengandung air ( 92 %) dan 7% karbohidratdalam bentuk gula, serta vitamin dan mineral yang tergolong sangat rendah jumlahnya.
Semangka tergolong tanaman musim kering, untuk tumbuh dengan baik dan cepat membutuhkan iklim yang kering dan panas. Untuk ikilm yang lembab menyebabkan tanaman mudah terserang penyakit. Tanaman semangka adalah tanaman merambat dapat sampai 3,5-5,6 m panjangnya. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik jika iklimnya kering dan panas, sehingga sinar matahari dan air yang cukup merupakan kebutuhan tanaman yang utama. Perkecambahan biji akan berlangsung dengan baik pada suhu 25 derajat sampai 30 derajat.
Tanah yang disukai tanaman semangka adalah tanah yang gembur dan subur, mengandung banyak bahan organik serta baik drainasenya. Pada penanamannya, tanah dikerjakan dengan baik dan ditanam di atas bedegan, Bedegan memudahkan untuk mengairi tanaman juga mudah membuang air yang berlebihan bila banyak hujan. Bedegan dapat dibuat berukuran 1,5 – 2 m atau 3 – 4 m dengan panjang 12 – 15 m. Pada bedegan lebar 1,5 – 2 m hanya ditanam 1 baris saja ditengah atau dipinggir. Tanaman yang ditanam di tengah bedengan dapat dibiarkan tumbuh disegala arah. Tanaman yang ditanam dipinggir bedengan harus diatur ke satu arah, ialah kearah bedegan. Pada bedegan lebar 3 – 4 m ditanam 2 baris dengan jarak 1,5 – 2 m. Lubang tanaman dubuat berukuran 40 x 40 x 30 cm, jarak tanam 1,2 – 1,5 m. Lubang diberi pupuk dasar 3 – 4 kg pupuk kandang 28 g DS 22G ZK dan 15g ZA.
Semangka biasa ditanam dari biji. Biji-biji yang digunakan haruslah terjamin kemurniannya dan keunggulannya. Pada lahan 1 ha diperlukan 2,5 – 3 kg biji. Biji sebelum ditanam direndam terlebih dahulu 10 – 12 jam . Disetiap lubang tanaman biasa ditanam 3 – 4 butir biji sedalam 3 – 5 cm.
Pada awal pertumbuhan selama 10 – 15 hari tanaman perlu disirami atau diairi. Bila pengairan dilakukan melalui saluran – saluran antar bedengan air harus dijaga jangan sampai meluap menggenangi bedengan. Penyiangan rumput perlu dilakukan dan dilakukan secara hati – hati, mengingat akar cukup dangkal. Jika tanaman sudah rapat tepi ada rumput yang meninggi, rumput cukup dicabut saja. Penyiangan dilakukan 3 – 4 kali. Setelah penyiangan agar diatur dapat dilakukan pemupukan. Tanaman semangka tergolong tanaman yang membutuhkan unsur nitrogen cukup banyak, maka dapat terlihat pada pertumbuhan tanaman cukup cepat, tanaman cepat hijau ditimbun cabangnya.
Pertumbuhan tanaman yang baik akan menghasilkan pembuahan yang baik. Tanaman diusahakan dapat tumbuh leluasa, tidak berdesakan berebut tempat dan cahaya, sehingga tanaman akan tumbuh secara optimal. Untuk itu penjarangan tanaman perlu dilakukan, ditinggalkan 2 – 3 tanaman saja di setiap lubang. Biasanya penjarangan dilakukan setelah tanaman tumbuh kuat, pada saat tanaman telah berdaun 2 atau 3 berisi.
Pada tanaman kurang lebih 40 hari mulai berbunga, bunga mekar pada pagi, sorenya mulai layu. Bila semua bunga dibiarkan jadi buah, maka akan diperoleh buah yang berukuran kecil. Bila ingin mendapat buah-buah yang berukuran besar, maka pembuahan disetiap pohon diatur, sebaiknya buah dipelihara 4 – 6 buah di setiap pohon, selebihnya calon buah dipangkas atau dibuang. Sebaiknya pemangkasan ini dilakukan pada saat tangkai buah pada keadaan kering. Pisau yang dipergunakan harusm tipis dan tajam, dan dijaga jangan sampai melukai batang tanaman. Pembuahan ini sebaiknya diatur pada ketiak daun lebih awal dan lebih ujung, tanaman sudah tua dan penyakit.
Buah semangka sudah dapat dipetik setelah 75 – 100 hari tanam, tergantung pada jenis. Buah dipetik bila telah masak betul, kecuali pemasaran jarak jauh, Cara yang biasa digunakan untuk menentukan kemasakan adalah dengan memukul buah dengan jari atau tangan dan mendengara bunyi buah. Bunyi yang berat tanda buah telah masak, bunyi yang ringan tanda buah masih muda dan memetiknya sebaiknya menggunakan pisau atau gunting, jangan sekali-kali memetik buah dengan cara memutus tangkai dengan tangan.
Seperti halnya tanaman lain, semangka juga rentan dengan nhama dan penyakit. Sewaktu melakukan pemberantasan hama dan penyakit, harus dijaga agar penyemprotan pestisida tidak ikut membunuh lebah, dikarenakan lebah adalah serangga penyerbuk bunga. Salah satunya adalah ulat tanah (Agretie Ypailian Reitemburg). Ulat ini berwarna kehitaman, berbintik bintik atau bergaris. Badan buah ulat panjang 2 – 3 cm. Merusak tanaman pada malam hari, bmenekan bagian leher batang atau bagian batang dibawah tanah. Obat yang dagunakan Basudin 10 G. Setiap tanaman diberi 1 sendok teh ditaburkan kedalam tanah disekelliling tanaman. Hatethion 40 EC dosis 0,5% , Dureban dosis 1,1% disemprotkan. Selain itu juga adaTungan ( Tetrinyohna sp ) yang hidup berkelompok dibawah daun. Sangat halus tidak dapat dilihat dengan mata, menghisap caiaran sel daun. Akibatnya daun boroak boroak keriput. Pertumbuhan tanaman jadi tersudut. Diberantas dengan Tidion dosis 0,125 %.
Jika Anda punya sedit lahan yang bisa dimanfaatkan, tidak ada salahnya mencoba untuk membudidayakan semangka.

You must be logged in to post a comment.