Di zaman sekarang orang banyak sekali terobsesi dengan foto selfie. Foto Selfie adalah salah satu jenis potret diri yang diambil oleh diri sendiri dengan menggunakan sebuah kamera, baik kamera digital maupun kamera ponsel. Orang kerap mengabadikan moment penting mereka dengan berselfie, bahkan dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan akan menyempatkan waktu berselfie. Sejatinya, selfie bukanlah tren yang benar-benar baru. Karena pasalnya, selfie sudah ada bahkan sejak 1893 silam.
Saat ini mungkin hashtag atau tanda pagar #selfie lebih sering muncul dan digunakan di jejaring sosial twitter dan instagram. Namun, sebenarnya #selfie pertama kali digunakan di layanan berbagai foto bernama Flickr. Tahun 2004 lalu, untuk pertama kalinya situs berbagi gambar Flickr mempopulerkan istilah selfie, untuk mendeskripsikan foto diri yang banyak diposting para remaja putri Amerika.
Kalau dibilang hasil foto selfie makin kemari makin berkualitas, tentu saja tak lepas dari proses yang terus dilakukan sepanjang zaman ini. Awalnya, pengguna internet harus puas dengan MySpace Pic yang hanya bisa menampilkan foto beresolusi rendah. Kebanyakan gambarnya pun buram dan silau karena flash yang berlebihan. Hingga kemudian facebook muncul dengan penawaran tampilan foto yang lebih baik, dilanjutkan dengan twitterdan instagram yang makin mendorong lebih banyak orang untuk bereksperimen dengan selfie.
Sekarang, tren berfoto selfie sudah mendunia, dan mayoritas ‘pelaku’nya adalah perempuan. Salah satu riset di Inggris menyebutkan, perempuan muda menghabiskan waktu 5 jam sepekan untuk selfie.
Seiring makin maraknya selfie, perempuan diduga kuat sebagai pihak yang melakukan selfie paling banyak dibandingkan laki-laki. Dan berdasarkan riset di Inggris, perempuan berusia 16 hingga 25 tahun menghabiskan waktu sebanyak lima jam dalam seminggu untuk berfoto selfie. Riset dilakukan terhadap 2000 perempuan, dan hasil menunjukkan bahwa perempuan muda melakukan sekitar tiga selfie dalam sehari. Dalam sekali selfie, mereka butuh waktu sekitar 16 menit. Lantas, apa yang membuat selfie ini butuh waktu lama? Apalagi kalau bukan soal riasan wajah, sudut pengambilan foto atau angle dan pencahayaan? Kalau wanita dianggap wajar, pria justru sebaliknya. Tak hanya dianggap narsis, pria penggemar bahkan dianggap psikopat
Ketika foto selfie tersebut diedit lebih dulu sebelum diunggah ke media sosial, maka skor narsis dan objektivikasi dirinya akan semakin tinggi lagi. Hasil penelitian juga mempertegas adanya kecenderungan narsis pada diri pria ternyata sama besarnya dengan wanita.
Menariknya, walau kaum hawa lebih banyak melakukan selfie dibanding pria, namun ternyata lelaki di atas 30 tahun justru yang lebih banyak membagi selfienya di media sosial, dibanding perempuan dengan usia yang sama. Foto selfie terbanyak dilakukan dengan pose mulut tertutup, tanpa senyum namun memamerkan gigi, dan menunjukkan suasa bahagia.
Tapi Anda juga harus hati-hati dengan selfie. Saking seringnya, nanti malah efek negatif yang justru Anda dapati. Tak hanya krisis percaya diri, kesehatan juga bisa terkena dampaknya lho
Orang yang terobsesi dengan selfie secara psikologi diklaim mengalami gangguan mental. Sebab, hobi memotret diri sendiri bisa disebut sebagai refleksi sikap yang merasa dirinya cantik dan sempurna dibandingkan orang lain. Selain itu, mereka yang seringkali selfie juga terbukti memiliki rasa percaya diri yang rendah.
Menilik efek selfie bagi kesehatan, gangguan mental tadi bisa menyebabkan mereka yang (terlalu) menggemari selfie berada dalam kondisi berbahaya. Bukan berarti mendapat ancaman dari orang lain, tapi mereka justru punya potensi besar untuk melakukan bunuh diri. Bahaya ini dipicu oleh rasa ketidakpuasan atas penampilannya, karena sebagian besar penghobi selfie akan sangat terobsesi pada kesempurnaan.
Nah,sekarang Anda sudah tahu kan bahayanya terlalu obsesi dengan foto selfie, Anda harus bisa memilih milih tempat dan waktu yang tepat untuk berfoto selfie. Karena keselamatan Anda ada pada diri Anda sendiri.

You must be logged in to post a comment.